Saat menyaksikan sayembara sepakbola dalam layar muka kita kerap disajikan kesibukan tebak skor yang dikerjakan para spesialis. Walau merampok, saya bukan percaya memotong skor ialah sesuatu yang seharusnya dijalani.

Kalau setimpal untuk fun and games bolehlah, tetapi tentu gak perlu dianggap serius karena tidak ada dasar logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu pertandingan.

Luar biasa dengan menebas siapa menjimbit yang akan menang -- atau jika pertandingan akan berakhir secara seri. bandar bola 2017 Mereka seperti itu natural saja dijalani, walau pada akhirnya globe itu melingkar sehingga pemimpin pun acap kali melenceng diprediksi. Mengapa? Karena siap tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini abdi akan sebarkan beberapa trik membuat perkiraan yang langsung. Bukan berguna saya terus-menerus benar di dalam memprediksi satu pertandingan. Pasti lah tidak, walau dengan sekutil berbangga (sediiiikit saja) hamba memiliki rekor kebenaran antisipasi yang semua tinggi: sama 3 daripada 4 bayangan saya setara kenyataan.

2 bulan pra terjadi, beta memprediksi mau terjadi All German kesimpulan di Persatuan Champions. Di final, tergolong di depan beribu-ribu warga Surabaya yang memadati sebuah daftar nonton membarengkan, saya meneka Bayern Munich akan mengontrol Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben serupa penentu kemenangan. Sebelum itu saya juga meyakini bahwa Atletico Madrid akan menundukkan Copa Del Rey. Terakhir, saya memperkirakan Belanda bakal mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin saya tekankan di sini adalah; antisipasi bisa sahih bisa khilaf, tapi yang penting satu buah prediksi mutlak harus mempunyai dasar logika atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, satu buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, satu buah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang betul maka segmen keberuntungan makin kecil. Siapa pemenangnya tetap pula tidak mampu diprediksi berdasar pada 100%, makin prediksi hal skor simpulan. Akan tetapi, presentase kemungkinan ketelitian prediksi mumbul tajam.

Saya ajak Dikau untuk menyelidik beberapa perkiraan terakhir hamba guna menjabarkan beberapa sendi penting yang saya yakin akan bermanfaat bagi Engkau saat menguji memprediksi festival.

Di antara perkiraan yang hamba sebut pada atas, ketelitian soal Atletico saya akui beruntung [karena depakan Real Madrid berkali-kali hal mistar gawang Atletico]. Meski pun demikian terselip logika di belakang prediksi tersebut: Atletico juara walaupun Real Madrid jauh kian berkualitas. Perangkat masa mengutuskan ketidakrukunan tokoh Madrid secara pelatihnya, Jose Mourinho, & bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Atas media langka saya memperoleh kabar kalau Ronaldo & Mourinho juga tidak cocok (berita hal hal tersebut baru merembes di Indonesia beberapa waktu lalu). Guna pelatih beta paham sahih arti keragaman tim di dalam dan di luar vak dan dampaknya bagi performa tim. Sesuatu ini ditambah faktor Falcao yang selagi on fire, yang memproduksi saya deging memilih Atletico sebagai pemenang.

Tips bayangan 1: Pertimbangkan suasana di tim, paling utama saat satu buah turnamen berlaku di mana pemain harus terus molek tanpa bisa menghindari rekan-rekannya.

Tip dugaan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung ataupun saat sayembara cup, kemonceran striker begitu menentukan. Tatkala pertandingan liga kualitas jangka panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta segala elemen tim lainnya. Ketika laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menjadikan, walau daya keseluruhan menjulang juga pantas dipertimbangkan.

Ketika memprediksi kemenangan Belanda 3-0 atas Indonesia saya menentang hati nurani. Dengan subjektif saya membela Nusantara tentunya. Namun, saat memakai kacamata bercap objektivitas, kalian semua wajar setuju bahwa Belanda senggang di kepada Indonesia. Kemudian mengapa bukan memprediksi skor akhir yang lebih mendorong? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat adapun Indonesia akan bermain penuh gairah, dengan demikian akan dapat mereduksi pertarungan kualitas. Jadi, skor tipis atau gede bisa pula diprediksi dengan sound logic -- tapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, merupakan keberuntungan semata.

Tips prediksi 3: Hindari membela sebuah tim saat membuat antisipasi. Kita larat selalu berhajat tim tambatan hati kita menang, tapi saat membuat bayangan tentu mantik harus diutamakan di kepada fanatisme hati.

Saya tersenyum saat menduga di 1 buah media perihal tentang persamaan-persamaan final Liga Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi unggul terakhir kesempatan. Banyak pembaca saya yakin terpancing untuk memprediksi penguasaan Dortmund berdasarkan fakta-fakta itu. Mereka tenggelam bahwa fakta-fakta tersebut merampok dan memang benar memilikinya, namun bukan memiliki kolerasi apapun dengan pertandingan final Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah kelurusan hati dengan fakta yang lain adalah salah satu rupa dari sekian banyak ulah fallacy of logic.

Trik prediksi 4: Jangan terperosok para pewarta yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang sifatnya sebatas entertainment (menarik), akan tetapi dijual seakan akan sedang menjadi lingkungan membuat 1 buah prediksi sayembara.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan rumpang Dortmund vs Bayern pun dimunculkan muncul bertahun-tahun ke belakang. Karena sejarah statistik Dortmund memang impresif saat menjaga Bayern, tidak sedikit yang lalu menilai BVB akan siap mengalahkan Bayern di pucuk Eropa. Hal ini jahat. Mengapa? Karena statistik zaman "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik prolog musim pun tidak sanggup dengan rambang menjadi tolok ukur. Perkembangan ke-2 tim sejak pertemuan belakang perlu dipertimbangkan.

Tips antisipasi 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Anda pada statistik pertandingan sempang kedua kru yang paling dekat beserta saat ini. Selain itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan prestasi permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) ke-2 tim berdasar pada keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini saja.

Karena bayangan saya kerap saya tampilkan di twitter (@coachtimo), tidak sedikit pihak minta saya menjangka berbagai pertandingan lainnya. Kebanyakan saya abaikan atau hamba tolak secara alasan tenang paham menyerempet kekuatan ke-2 tim. Alasan saya tersebut senafas secara tips antisipasi berikut.

Tips prediksi 6: Jangan sok tahu. Hindari mencoba-coba membuat perkiraan tanpa dilatar belakangi kabar dan warta yang elok mengenai kru atau perhubungan tersebut. Bahwa bukan pakarnya English Premiere League, misalnya, hindari menghasilkan prediksi tentang MU vs Chelsea. Kalian mustahil jadi pakar mengenai semua perkongsian yang siap. Akui selalu.

Tips dugaan 7: Kita juga tidak seharusnya menjangka setiap perbandingan. Ada waktunya pertandingan amat sulit diprediksi. Analisa Kamu deadlock. Prosentase kemenangan untuk kedua kru menurut Kamu 50-50. Bahwa sudah amat tahan diri, hindari memaksakan diri menciptakan prediksi. Secara demikian prosentase kejituan prediksi anda mau meningkat.

Sedang banyak suara miring lainnya yang bisa dan patut diterapkan dalam menciptakan sebuah bayangan yang berkualitas. Karena keterbatasan tempat saya berhenti mencapai berbatas di sini dulu.

Ingat: satu buah prediksi yang berkelas tidak melulu ditentukan oleh realitas prediksi itu. Sebuah antisipasi yang terhormat, baik benar maupun khilaf, seharusnya dinilai dari reason atau kualitas analisa yang ada dalam belakangnya.

Enter your text here...